Sabtu, 14 November 2015

KUANTAR KAU KE SURGA


الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلَى آله وصحْبه ومن تَبِعهم بإحسان إلى يوم الدين
أما بعد؛
Bapak dan ibu, kaum Muslimīn dan Muslimāt rahimanī wa rahimakumullāh.
Ibadah qurban adalah ibadah yang istimewa. Ibadah yang hendaknya seorang Muslim bersemangat untuk melakukannya.
Dan menjelang tibanya hari raya 'Īdul Adha, maka kita jumpai di sebagian pinggir-pinggir jalan ada spanduk-spanduk yang menyampaikan pesan bahwasanya:
"Hewan qurban kita adalah tunggangan kita menuju surga Allāh Subhānahu wa Ta'āla."
Namun, satu hal yang patut untuk diperhatikan adalah bahwasanya menegaskan sesuatu itu akan terjadi pada Hari Kiamat adalah bagian dari masalah 'aqidah.
Bahwasanya:
"Oh, nanti pada hari kiamat ketika kita melewati shirāth, kita akan menunggang/menaiki hewan qurban yang biasa kita sembelih di dunia."
"Ketika kita qurban sapi maka kita akan naik sapi."
"Jika kita qurban kambing maka kita akan naik kambing."
Tentu ini adalah berkaitan dengan masalah 'aqidah dan keyakinan, tentang apa yang akan terjadi pada Hari Kiamat nanti.
Dan seorang Muslim wajib membangun 'aqidahnya dengan dasar Al Qurān dan Sunnah Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam yang shahīh.
Adapun hadits yang lemah (dha'īf) apalagi dha'īf sekali atau bahkan palsu, tentu tidak diperkenankan untuk menjadi sumber dan landasan keyakinan.
Maka satu hal yang patut untuk kita ketahui dan pahami bahwasanya hadits yang menjadi landasan motivasi yang diberikan oleh sebagian orang bahwasanya "hewan qurban adalah tunggangan kita menuju surga Subhānahu wa Ta'āla" adalah hadits yang dha'īf atau bahkan dha'īf sekali.
Teks haditsnya adalah sebagai berikut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اسْتَفْرِهُوا ضَحَايَاكُمْ ، فَإِنَّهَا مَطَايَاكُمْ عَلَى الصِّرَاطِ
Dari shahābat Abū Huarairah, dia menyampaikan sabda Rasulullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam:
"Perbaguslah binatang qurban kalian maka binatang qurban yang kalian sembelih akan menjadi tunggangan (kendaraan) kalian untuk meniti shirāth menuju surga Allāh Subhānahu wa Ta'āla"
Hadist ini adalah hadits yang "dha'īfun jiddan" (lemah sekali), diriwayatkan oleh Ad Dailami dalam kitabnya Musnad Al Firdaus.
Dan satu kaidah sederhana dalam ilmu hadits untuk mengetahui suatu hadist itu adalah dha'īf atau tidak, diantara cirinya adalah suatu hadits yang diriwayatkan oleh Ad Dailami dalam Musnad Firdaus.
Maka ketika kita jumpai suatu hadits yang dinyatakan bahwasanya dijumpai hadits ini HANYA di dalam kitabnya Musnad Al Firdaus maka bisa dipastikan bahwa hadits tersebut adalah hadits yang lemah.
Diantaranya adalah hadits ini. Hadits ini memiliki kelemahan dimana ada tiga perawinya yang bermasalah.
Singkat cerita, hadits ini adalah hadits yang dha'īfun jiddan, hadits yang lemah sekali, yang tentu tidak boleh jadi dasar keyakinan bahwasanya nanti di shirāth akan tejadi demikian dan demikian.
Kaum Muslimīn dan Muslimāt rahimanī wa rahimakumullāh,
Bahkan ada ulama pakar hadits yang membuat kesimpulan yang menarik tentang masalah hadits-hadits qurban.
Beliau adalah Ibnul 'Arabiy Al-Māliki.
Beliau mengatakan:
ليس في الأضحية حديث صحيح
"Tidak ada dalam masalah penyembelihan hewan qurban satupun hadits yang shahih."
(Dinukil dari Kasyful Khafa, 1/133 dalam Syarah Sunan At Tirmidzi).
Maka kesimpulan secara global yang disampaikan oleh salah satu ulama pakar hadits, Ibnul 'Arabiy Al Māliki rahimahullāh Ta'āla, setelah beliau mendata, mengkaji dan meneliti hadits-hadits tentang keutamaan berqurban, maka beliau membuat kesimpulan:
"Bahwasanya tidak dijumpai hadits yang sahih tentang keutamaan hewan qurban, baik hadits yang menyatakan bahwa hewan qurban akan jadi tunggangan atau hewan qurban itu setiap bulunya adalah satu hasanah (satu ganjaran) ataupun hadits-hadits yang lainnya."
Kata beliau seluruhnya adalah hadits-hadits yang bermasalah, tidak valid, dan tidak benar (jika dikatakan) berasal dari Nabi shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Dan catatan yang lain yang penting berkaitan dengan masalah hewan qurban adalah,
"Tunggangan dan kendaraan shāhibul qurban yang dibanyak tempat diilustrasikan dengan kursi yang bentuknya demikian di atas punggung hewan qurban."
Maka ilustrasi semacam ini adalah satu hal yang cukup bermasalah.
Karena, seandainya hadits tersebut shahih, hanya menjelasakan bahwa itu adalah hewan qurban tunggangan shāhibul qurban.
Sedangkan bagaimanakah dia menunggang dan bagaimana menaiki hewan qurbannya?
Tidak ada penjelasan yang detail tentang hal ini, apakah ada kursi di atasnya atau hanya duduk di atas hewan qurban tersebut, tidak ada penjelasan detail tentang hal ini.
Maka seandainya hadits tentang masalah ini adalah hadits yang shahih dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, maka memastikan bahwasanya ilustrasi (gambaran) nya adalah kursi empuk di atas pungung hewan qurban adalah satu hal yang bermasalah.
Karena itu adalah diantara bentuk "rājman bil ghaīb" (menebak-nebak perkara hal yang ghaīb).
Dan memastikan suatu hal yang ghaīb berdasarkan prasangka dan praduga.
Padahal tentu tidaklah benar mendasari keyakinan dengan dasar prasangkan & praduga dengan perasaan & logika.
Karena itu, sekali lagi, seandainya hadits ini adalah hadits yang shahih dan padahal tidak sahih, maka mengilustrasikan kalau hewan qurban itu akan jadi tunggangan dalam bentuk demikian dan demikian secara detail, padahal dalilnya tidak memberikan penjelasan secara detail, maka itu adalah suatu hal yang bermasalah.
Demikian uraian singkat tentang masalah ini.
Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita sekalian.
________________________

Malaikat Kecil Tak Bersayap

 
Bismillah. Malam itu sama dengan kebiasaan malam-malam sebelumnya, tak lama setelah shalat Isyaa selalu menuju istirahat malam (tidur). Satu perbedaan menjelang tidur, si kakak berujar,
“Bunda, tolong bangunkan kakak jam dua yaa..”
“InsyaAllah”, jawabku.
Setelah kubimbing ia membaca doa-doa dan surah-surah yang disunnahkan Nabi Saw sebelum tidur, dia pun terlelap. Kudoakan ia, kuusap dahinya lalu kukecup dahi dan pipinya. Imut sekali dia saat terlelap. Subhanallah walhamdulillah..
Kutinggalkan ia ke meja makan, melanjutkan tugas paper kuliah yang menyita fokusku akhir-akhir ini. Hampir tengah malam, akhirnya aku memutuskan untuk tidur. Aku teringat permintaan si kakak supaya dibangunkan jam 2 pagi. “Ya ALLAH bangunkan kami”, pintaku pada Rabbku.
Tiba-tiba aku mendengar suara, dering alarm!! Astaghfirullah jam 2.30, aku merasa bersalah karena tidak bisa memenuhi janjiku pada buah hatiku. Dengan mata berat kubangunkan ia. Alhamdulillah mudah sekali ia bangun lalu ke hammaam, sedangkan aku masih di atas tempat tidur. Kulihat dia kembali ke kamar langsung murajaah tanpa disuruh.
Aku diantara setengah sadar sebab masih mengantuk berat, memperhatikannya murajaah. Hingga akhirnya jam 3 lebih aku benar-benar bangun dan melakukan apa yang dilakukan.Dia tidak terpengaruh orang-orang di sekitarnya masih tidur dan dia khusyu’ dengan mushhafnya. Allahumma.. teringatlah akan ayat: fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaan.
Aku malu terhadapnya..
“Ya Rabb.. Alhamdulillah.. haadzaa min fadhli Rabbi”
Tak lama kemudian adzan Subuh. Dia mengatakan, “Bun ada 3 waktu terlarang untuk tidur, yaitu: setelah shalat Ashar, setelah shalat Maghrib, dan setelah shalat Subuh”.
“Benarkah, darimana kakak tahu?” tanyaku.
“Kemarin Ustadzah memberitahu di Apel Pagi”, jawabnya singkat.
Setelah itu kubiarkan ia dengan kesibukannya, dan aku berusaha keras melawan berat mata dengan kembali ke makalah yang belum selesai, supaya tidak terlelap lagi sesudah Subuh.
Ya ALLAH, Engkau kirimkan malaikat kecil tak bersayap untuk mengajariku banyak hikmah.
Ya ALLAH, betapa mudahnya ilmu yang diajarkan membekas dalam jiwa-jiwa yang masih bersih.
Seringkali letih mendera kala mendampingi ananda setiap hari, dengan segala keunikan perilaku dan tabiat anak kecil yang tak jarang menjengkelkan hati. Namun lihatlah.. bila kita ajarkan Al-Quran maka insyaAllah mereka akan tumbuh dengan akhlaq Al-Quran. Dan dengarlah.. lisan mereka pun sibuk dengan kalam-Nya dan penuh hikmah.
Surakarta, 11.11.15
Ditulis oleh Ummu Umar
(fauziya/muslimahzone.com)

FAKTA SEJARAH ISLAM YANG DISEMBUNYIKAN NEGARA BARAT

 
 
Sejarah adalah peristiwa yang sudah terjadi, namun baru ditulis kemudian, jauh setelah kejadian sebenarnya berlalu. Sebagai cerita masa lalu sejarah mudah untuk dimanipulasi, dan disampaikan kepada generasi berikutnya yang hanya bisa menerima mentah-mentah informasi itu sebagai kebenaran.Informasi mengenai penemuan-penemuan sains dan teknologi yang pernah kita terima kebanyakan berasal dari buku-buku pengetahuan Barat. Penemu-penemu yang disebut sebagai yang pertama di dunia itu pun dipuji sebagai orang yang berjasa kepada ilmu pengetahuan dan umat manusia.
Abad pertengahan, masa kegelapan di Barat
Sejak jatuhnya kekaisaran Romawi tanggal 4 September 476, ketika kaisar terakhir dari kekaisaran Romawi Barat, Romulus Augustus, diberhentikan oleh Odoacer, seorang Jerman yang menjadi penguasa Itali setelah Julius Nepos meninggal pada tahun 480, maka dikatakan Eropa telah memasuki Masa-masa Kegelapan (Dark Ages). Masa-masa Kegelapan ini berlangsung kira-kira dari tahun 476 itu hingga Renaisans, sekitar tahun 1500-an. Renaisans disebut juga masa kelahiran kembali Eropa, atau kelahiran kembali budaya Yunani dan Romawi Purba, berupa kemajuan di bidang seni, pemikiran dan kesusasteraan yang mengeluarkan Eropa dari kegelapan intelektual abad pertengahan.Kembalinya budaya Yunani dan Romawi Purba tersebut direbut dari tangan ilmuwan-ilmuwan Islam setelah mengalami perkembangan yang luar biasa. Dengan tanpa malu-malu, plagiator-plagiator Eropa itu mengklaim bahwa penemuan-penemuan sains dan teknologi itu adalah hasil usaha mereka.
Fakta-fakta sejarah sebenarnya
Sekarang, saya mencoba mengutipkan untuk anda, fakta sebenarnya yang terjadi, bahwa penemuan-penemuan sains dan teknologi itu sebagian besar berasal dari masa kejayaan Kekhalifahan Islam, oleh para sarjana Muslim. Semoga pengetahuan ini dapat disampaikan kepada anak-cucu kita dan menjadi penyadar bahwa kita sebenarnya mempunyai potensi yang sangat besar untuk menguasai kembali sains dan teknologi, dan tidak hanya menjadi pemakai atau korban teknologi.
Sejak 5.000 tahun SMMasa perkembangan kebudayaan Mesir Purba. Menghasilkan limas-limas (piramida) yang hebat, sistem pengairan yang baik dan sistem bintang yang cukup bagus. Namun ilmu bintang (astronomi) masih tercampur-aduk dengan ilmu perbintangan (astrologi). Ahli-ahli pengetahuan adalah pendeta-pendeta yang tidak mengenal batas antara logika, takhayul, dan kepercayaan, yaitu pemuja tritunggal Apis-Isis-Osiris.
Sejak 4.000 tahun SM
Masa perkembangan kebudayaan India Purba. India dengan kecenderungan samadinya lebih terkungkung dalam metafisika, monisme (menunggalnya manusia dengan dewata), dan pantheisme (hadirnya dewata di dalam segala yang ada). Mewariskan pengetahuan Astadhyayi, tata bahasa Sanskrit oleh Panini (kurang lebih 400 tahun SM) adalah pembahasan ilmiah ilmu bahasa yang mendahului pembahasan oleh Aristoteles (384-322 SM) dan bernilai jauh lebih tinggi.

Sejak lebih dari 2.000 tahun SM
Merupakan masa perkembangan kebudayaan Tiongkok Purba. Dengan pengetahuan bercorak kudus (sacral, scared). Mereka berpikir bahwa segala pemberian berasal dari Thian dan bukan obyektif-empirik, hasil ikhtiar manusia secara sistematik. Cara berpikir manusia Tiongkok Purba pada umumnya masih berdasarkan firasat dan renungan, belum kritik-analitik.

Sejak lebih dari 1.000 tahun SM
Berkembangnya kebudayaan Parsi Purba. Penemuan jentera (roda gigi/gir) dalam pembuatan tembikar, dan kini mulai dari jam tangan yang terkecil hingga roket angkasa yang terbesar menggunakan jentera di dalam mesinnya.

Sejak 500 tahun SM
Dimulainya kebudayaan Yunani-Romawi. Dengan filsafat anthroposentrik (manusia berada pada pusat segala aktivitas) mereka di dalam banyak hal berlawanan dengan kecenderungan-kecenderungan niskala Mesir Purba, India Purba, Tiongkok Purba, dan Parsi Purba serta bersikap akliah (rational). Kecendrungan berpikir seolah-olah manusia berdiri di luar alam dan melihat alam sebagai suatu yang terpotong-potong, maka lahirlah pengertian jagat besar (makrokosmos) dan jagat kecil (mikrokosmos). Tidak ada batas antara filsafat dan pengetahuan.

48 SM – 371
Penyerbuan Julius Caesar, kaisar Romawi, pada tanggal 48 SM menghancurkan karya-karya asli ilmu filsafat dan pengetahuan Yunani di perpustakaan-perpustakaan Iskandariah. Kemudian pada 272 M Kaisar Romawi berikutnya, Lucius Domithius Aurelianus, dan Kaisar Theodosius Magnus pada 371 M melakukan hal yang sama.

476
Awal Eropa memasuki masa kegelapan (Dark Ages), yaitu sejak jatuhnya kekaisaran Romawi terakhir tanggal 4 September 476 di mana kaisar Romawi Barat, Romulus Augustus, diberhentikan oleh Odoacer.

571
Kelahiran Nabi Muhammad Saw pada tanggal 12 Rabiul Awal pada Tahun Gajah (bertepatan dengan 20 April 571). Disebut Tahun Gajah disebabkan pada tahun itu Raja Abrahah dari Yaman dengan 60 ribu pasukan bergajahnya ingin menghancurkan Kabah (Baitullah) di Makkah, namun digagalkan Allah Swt dengan serangan burung ababil yang melempari pasukan itu dengan batu berapi (QS.Al-Fiil). Muhammad Saw adalah Rasul terakhir utusan Allah Swt yang membawa risalah kenabian untuk seluruh umat manusia dan alam semesta.

610
Nabi Muhammad Saw menerima wahyu pertama, yakni Alquran surah Al-alaq ayat 1-5 yang diawali dengan kalimat “iqro” yang artinya bacalah. Kalimat ini menjadi awal ditemukannya metoda ilmiah, yakni metode empirik-induktif dan percobaan yang menjadi kunci pembuka rahasia-rahasia alam semesta yang menjadi perintis modernisasi Eropa dan Amerika.Guna penyebaran agama, dikembangkanlah gerakan yang bertujuan membuat “melek” huruf yang belum pernah ada bandingannya pada masa itu. Kepandaian baca tulis tidak lagi menjadi monopoli kaum cendikiawan. Ini adalah langkah pertama gerakan ilmu secara besar-besaran.Konsep tentang karantina pertama kali diperkenalkan dalam abad ke-7 oleh Nabi Muhammad Saw, yang dengan bijaksana memperingatkan supaya hati-hati ketika memasuki atau meninggalkan suatu daerah yang terkena wabah penyakit. Sejak abad ke-10, dokter-dokter Islam berinovasi dengan mengisolasi individu-individu penderita penyakit dan mengasingkannya ke arah utara. Sedangkan konsep karantina yang dikembangkan di Venice, Italia pada tahun 1403 bukanlah yang pertama di dunia.

660 – 750 Kekuasaan Daulah Umayyah menguasai Damsyik (Spanyol) tahun 629 M, Syam dan Irak tahun 637 M, Mesir sampai Maroko tahun 645 M, Persia tahun 646 M, Samarkand tahun 680 M, seluruh Andalusia tahun 719 M, dan akhirnya tertahan di Poiteier pada tahun 732 M dalam usahanya memperluas pengaruh ke Prancis.

700-an (Kompas, navigasi, ensiklopedi geografi, kalender, peta dunia)
Ahli ilmu geografi Islam dan navigator-navigatornya mempelajari jarum magnet – mungkin dari orang Cina, namun para navigator itulah yang pertama kali menggunakan jarum magnet di dalam pelayaran. Mereka menemukan kompas dan menguasai penggunaannya di dalam pelayaran menuju ke Barat. Navigator-navigator Eropa bergantung pada juru-juru mudi Muslim dan peralatannya ketika menjelajahi wilayah-wilayah yang tak dikenal. Gustav Le Bon mengakui bahwa jarum magnet dan kompas betul-betul ditemukan oleh Muslim dan orang Cina hanya berperan kecil. Alexander Neckam, seorang Inggris, seperti juga orang Cina, mungkin belajar tentang kompas dari pedagang-pedagang Muslim, namun dikatakan bahwa dialah orang pertama yang menggunakan kompas dalam pelayaran. Dan orang Cina memperbaiki keahlian mereka yang berhubungan pelayaran setelah mereka mulai berinteraksi dengan Muslim selama abad ke-8.
Diceritakan bahwa ilmu geografi dihidupkan kembali abad ke-15, ke-16 dan ke-17 ketika pekerjaan Ptolemius di masa lampau ditemukan. Penjelajah dengan ekspedisi-ekspedisi Portugis dan Spanyol juga mendukung hal ini. Risalah pertama berbasis ilmiah tentang geografi dihasilkan selama periode ini oleh sarjana-sarjana Eropa.
Namun apakah fakta sesungguhnya? Ahli geografi Islam menghasilkan buku-buku yang tak terhitung tentang Afrika, Asia, India, Cina dan orang-orang Indian selama abad ke-8 hingga abad ke-15. Tulisan-tulisan itu mencakup ensiklopedi geografi pertama di dunia, almanak-almanak dan peta jalan. Karya-karya agung abad ke-14 oleh Ibnu Battutah menyediakan suatu pandangan yang terperinci mengenai geografi dunia di masa lampau. Ahli geografi Muslim dari abad ke-10 sampai abad ke-15 telah melampaui hasil dari orang-orang Eropa tentang geografi daerah-daerah ini dengan baik ketika memasuki abad ke-18. Para penjelajah Eropa menyebabkan kehancuran pada lembaga pendidikan, sarjana-sarjana dan buku-buku mereka. Mereka tidak memberikan makna apa pun pada perkembangan ilmu geografi untuk dunia Barat.
735
Khalifah Abu Ja’far Abdullah Al-Manshur mempekerjakan para penerjemah yang menerjemahkan buku-buku kedokteran, ilmu pasti, dan filsafat dari bahasa Yunani, Parsi dan Sanskrit, di antaranya terdapat Bakhtaisyu Kabir alias Bakhtaisyu ibnu Jurijs ibnu Bakhtaisyu, Al-Fadzj ibnu Naubakht dan anaknya Abu Sahl Tiamdz ibnu Al-Fadzl ibnu Naubakht, serta Abdullah ibnu Al-Muqaffa.
740-an
Berbagai bentuk jam mekanik dihasilkan oleh insinyur-insinyur Muslim Spanyol, ada yang besar dan kecil, dan pengetahuan ini kemudian sampai ke Eropa melalui terjemahan buku-buku mekanika Islam ke bahasa Latin. Jam-jam ini menggunakan sistem picu beban. Gambar desain dari beberapa bagian gir dan sistem kerjanya juga ada. Jam seperti itu dilengkapi dengan buangan air raksa, jenis yang kemudian secara langsung dijiplak oleh orang-orang Eropa selama abad ke-15. Sebagai tambahan, selama abad ke-9, Ibn Firnas dari Spanyol Islam, menurut Will Durant, menemukan sebuah alat yang mirip arloji sebagai penanda waktu yang akurat. Ilmuwan-ilmuwan Muslim juga membangun bermacam jam-jam astronomi yang sangat akurat untuk digunakan dalam observatorium-observatorium mereka.

Tetapi dikatakan kepada kita bahwa sampai abad ke-14, satu-satunya jenis jam yang ada adalah jam air. Di tahun 1335, sebuah jam mekanis yang besar dibangun di Milan, Italia. Dikatakan bahwa jam ini adalah jam berpicu beban pertama di dunia.
750 – 1258
Kekuasaan Daulah Abbasiah di Baghdad (Irak)
765
Fakultas kedokteran pertama didirikan oleh Jurjis ibnu Naubakht.
800
Ibn Firnas, seorang penemu Muslim Spanyol, tercatat sebagai orang yang pertama membangun dan menguji sebuah pesawat terbang pada tahun 800-an. Roger Bacon belajar tentang pesawat terbang dari referensi-referensi ilmuwan Muslim mengenai pesawat terbangnya Ibnu Firnas. Belakangan yang dikenal adalah penemuan oleh Bacon, ditanggali sekitar 500 tahun kemudian dan Da Vinci sekitar 700 tahun kemudian.
Para ahli matematika Islam yang menemukan aljabar memperkenalkan konsep tentang menggunakan huruf-huruf sebagai variabel-variabel yang tak dikenal dalam persamaan-persamaan sejak abad ke-9. Melalui sistem ini, mereka memecahkan berbagai persamaan-persamaan yang kompleks, termasuk kuadrat dan persamaan pangkat tiga. Mereka menggunakan simbol-simbol untuk mengembangkan dan menyempurnakan teorema binomial. Jadi Francois Vieta, seorang ahli matematika Prancis, bukanlah yang pertama menggunakan lambang-lambang aljabar pada tahun 1591. Dia menulis persamaan-persamaan aljabar dengan huruf-huruf seperti x dan y, dan mengatakan bahwa penemuannya ini mempunyai dampak serupa dengan kemajuan dari penggunaan angka Romawi ke angka Arab.
Dikatakan bahwa selama abad ke-17 Rene Descartes telah menemukan bahwa aljabar bisa digunakan untuk memecahkan persoalan geometris. Tetapi jauh sebelumnya, yakni sejak abad ke-9, para ahli matematika di masa kekhalifahan Islam sudah melakukan hal yang sama. Pertama adalah Thabit bin Qurrah, kemudian diikuti oleh Abu Al-Wafa pada abad ke-10 dengan membukukan kegunaan Aljabar untuk mengembangkan geometri menjadi eksak dan menyederhanakan sains.
Diinformasikan juga kepada kita bahwa tadinya tidak ada perbaikan sejak dibuatnya ilmu bintang selama Abad Pertengahan mengenai gerakan planet-planet sampai abad ke-13. Lalu seorang bijaksana dari Kastil (Spanyol Tengah) bernama Alphonso menemukan Tabel Alphonsine, yang lebih akurat dibanding tabel milik Ptolemius.
Fakta sebenarnya adalah ahli ilmu falak (ilmu bintang) Islam membuat banyak perbaikan-perbaikan atas penemuan Ptolemius sejak abad ke-9. Mereka adalah ahli ilmu falak pertama yang memperdebatkan gagasan-gagasan kuno Ptolemius. Di dalam kritik mereka atas orang-orang Yunani, mereka manyatukan bukti bahwa matahari adalah pusat dari sistem matahari dan bahwa garis orbit bumi dan planet-planet lainnya boleh jadi berbentuk lonjong (elips). Mereka menghasilkan ratusan tabel-tabel astronomikal dengan keakuratan tinggi dan gambar-gambar bintang. Banyak dari kalkulasi mereka sangat akurat sehingga mereka dihormati pada masa itu. Tabel milik Alphonso (Alphonsine Tables) hanyalah sekedar salinan dari pekerjaan ilmu bintang yang dipancarkan ke Eropa melalui Islam di Spanyol.
Disebutkan pula bahwa seorang sarjana Inggris bernama Roger Bacon pada tahun 1268 untuk pertama kali membuat lensa kaca untuk meningkatkan penglihatan. Pada waktu yang hampir bersamaan, kacamata bisa didapat dan telah digunakan di Cina dan Eropa. Tentu saja kacamata sudah muncul sebelum kacamata Roger Bacon selesai pembuatannya, karena Ibnu Firnas dari Spanyol Islam sudah menemukan kacamata pada abad ke-9, dan diproduksi serta dijual di wilayah Spanyol selama lebih dari dua abad. Setiap sebutan kacamata oleh Roger Bacon, maka itu hanyalah sebuah pengaliran kembali pekerjaan Al-Haytham, orang yang memiliki hasil riset yang dijadikan referensi oleh Bacon.
Sarjana-sarjana Islam dari abad ke-9 sampai ke-14 mempelajari dan menemukan ilmu etnografi. Sejumlah ahli geografi Muslim menggolongkan ras-ras, mencatat secara terperinci penjelasan kebiasaan-kebiasaan budaya unik mereka dan penampilan fisiknya. Para ahli Muslim itu menulis ribuan halaman mengenai topik ini. Pekerjaan seorang Jerman bernama Johann F. Blumenbach (1752-1840) yang mengaku sebagai yang pertama menggolong-golongkan ras ke dalam 5 golongan besar (kulit putih, kuning, coklat, merah dan hitam), tidak sebanding dengan pekerjaan-pekerjaan ahli geografi Muslim itu.
813
Pada masa kekuasaan Khalifah Al-Maimun ibnu Harun Al-Rasyid didirikan Daru Al-Hikmah atau Akademi Ilmu Pengetahuan pertama di dunia, yang terdiri dari perpustakaan, pusat pemerintahan, observatorium bintang, dan universitas (Daru Al-Ulum.
850
Ahli kimia Islam menghasilkan kerosin (minyak tanah murni) melalui penyulingan produk minyak dan gas bumi (Encyclopaedia Britannica, Petroleum) lebih dari 1.000 tahun sebelum Abraham Gesner, orang Inggris, mengaku sebagai yang pertama menghasilkan kerosin dari penyaringan aspal.
866
Kertas tertua yang menjadi contoh untuk dicetak di dunia Barat adalah sebuah naskah Arab berjudul Gharib Al-Hadist oleh Abu ‘Ubyad Al-Qasim ibnu Sallam bertanggal Dzulqaidah 252 atau 13 Nopember – 12 Desember 866, yang masih tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden.
900-an Pabrik kertas muncul di Mesir, kemudian di Maroko tahun 1100 M, dan di Spanyol tahun 1150 M yang sudah berhasil membuat kertas putih dan berwarna.
Bandul ditemukan oleh Ibnu Yunus al-Masri selama abad ke-10, orang yang pertama mempelajari dan mendokumentasikan gerakan bergetarnya. Hasil perhitungannya digunakan dalam jam-jam yang diperkenalkan oleh ahli ilmu Fisika Muslim selama abad ke-15. Baru pada abad ke-17 Galileo yang masih remaja telah menciptakan bandul. Diceritakan bahwa dia melihat cahaya api pada lampunya berayun-ayun tertiup angin, lalu dia pulang ke rumah dan menemukan bandul dengan inspirasi itu.
Dikatakan bahwa trigonometri dikembangkan oleh bangsa Yunani, padahal di masa itu Trigonometri hanya tinggal teori. Teori itu kemudian dikembangkan dan mencapai tingkat kesempurnaan yang modern di tangan sarjana-sarjana Muslim, dan penghargaan untuk itu secara khusus pantas diberikan kepada al-Battani. Dialah yang menguraikan kata-kata fungsi dasar dari ilmu pengetahuan ini, seperti sinus, kosinus, tangen, dan kotangen. Istilah sebelumnya berasal dari terminologi Arab, Jaib untuk sinus yang berarti garis bengkok, istiwa’ untuk kotangen yang berarti bayangan lurus dari gnomon, dan tangen adalah bayang-bayang melintangnya. Selain menetapkan dengan akurat tabel perhitungan trigonometri dari 0 hingga 90 derajat, dia juga berhasil dengan tepat menghitung satu tahun matahari atau masehi, yaitu 365 hari 5 jam 46 menit dan 24 detik.
Sebelumnya diketahui bahwa persamaan pangkat tiga yang sulit dan masih belum terpecahkan hingga abad ke-16 ketika Niccolo Tartaglia, seorang ahli matematika Italia berhasil memecahkannya. Kenyataannya persamaan pangkat tiga seperti itu dan juga banyak persamaan-persamaan dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi sudah dapat dipecahkan dengan mudah oleh para ahli matematika Muslim sejak abad ke-10.
Selama abad ke-10 atau lebih awal, ratusan ahli matematika Muslim menggunakan dan menyempurnakan teorema binomial. Mereka memulai penggunaannya untuk solusi yang sistematis atas persoalan aljabar. Namun dikatakan bahwa Isaac Newtonlah yang mengembangkan teorema binomial pada abad yang ke-17.
Demikian juga dikatakan bahwa Robert Boyle, dalam abad ke-17, yang pertama mengembangkan ilmu kimia, padahal beberapa ahli kimia Muslim, termasuk Ar-Razi, Al-Jabr, Al-Biruni dan Al-Kindi, melaksanakan eksperimen-eksperimen ilmiah dalam ilmu kimia sekitar 700 tahun sebelum Boyle melakukannya. Durant menulis bahwa orang Islam memperkenalkan metode percobaan pada ilmu pengetahuan ini. Humboldt meyakini bahwa orang Islam sebagai penemu ilmu Kimia.
Paul Ehrlich (abad ke-19) disebut sebagai pencipta obat-obatan kemoterapi, yakni pemakaian obat-obatan yang khusus untuk membunuh mikroba, padahal dokter-dokter Islam telah menggunakan berbagai macam unsur pokok yang spesifik untuk menghancurkan mikroba. Mereka menggunakan belerang (Sulfur) sebagai bahan utama khusus untuk membunuh kuman kudis. Ar-Razi (pada abad ke-10) menggunakan campuran air raksa sebagai antiseptik yang penting.
Banyak ahli kimia Muslim telah menghasilkan alkohol sebagai obat-obatan terapeutik melalui penyulingan sejak abad ke-10 dan melakukan pabriksasi alat-alat penyulingan yang pertama untuk digunakan dalam proses kimiawi. Mereka menggunakan alkohol sebagai bahan pelarut dan antiseptik, jauh sebelum Arnau de Villanova, seorang Spanyol pada tahun 1300, yang mengaku telah membuat alkohol yang pertama di dunia.
Diberitakan bahwa anestesia modern ditemukan pada abad ke-19 oleh Humphrey Davy dan Horace Wells. Sebenarnya anesthesia modern ditemukan, dikuasai dan disempurnakan oleh ahli anestesia Muslim 900 tahun sebelum kedatangan Davy dan Wells. Mereka menggunakan cara oral seperti juga anestesia yang dihirup.
Sejak abad ke-10 dokter-dokter Islam dan ahli bedahnya sudah menggunakan alkohol sebagai pencegah infeksi ketika membersihkan luka-luka, jadi pencegahan infeksi yang dilakukan oleh ahli bedah dari Inggris, Joseph Lister pada tahun 1865 bukanlah yang pertama. Ahli bedah di Spanyol yang Islam menggunakan metoda-metoda khusus untuk memelihara antisepsis sebelum dan selama perawatan. Mereka juga memulai tindakan-tindakan khusus untuk memelihara kesehatan selama periode pasca operasi. Tingkat sukses mereka sangat tinggi, sehingga penjabat-penjabat tinggi di seluruh Eropa datang ke Cordova, Spanyol, untuk meminta pelayanan kesehatan yang dapat diperbandingkan dengan “Mayo Clinic” di Abad Pertengahan.
Menurut apa yang kita ketahui, William Harvey menemukan sirkulasi darah pada awal abad ke-17. Dia yang pertama dengan benar menguraikan fungsi jantung, pembuluh nadi dan vena. Galen dari Roma telah memperkenalkan ide yang salah mengenai sistem peredaran darah, dan Harvey yang pertama menetapkan bahwa darah dipompa ke seluruh tubuh via oleh kerja jantung dan klep-klep pembuluh darah. Oleh karena itu, dia dihormati sebagai pendiri ilmu tubuh manusia (physiology).
Tetapi 7 abad sebelumnya, yakni pada abad ke-10, Ar-Razi menulis sebuah risalah yang mendalam mengenai sistem pembuluh darah, dan dengan teliti digambarkannya fungsi pembuluh darah dan klep-klepnya. Ibnu An-Nafs dan Ibnu Al-Quff (pada abad ke-13) mendokumentasikan secara penuh tentang sirkulasi darah dan dengan tepat menggambarkan ilmu urai tubuh dari jantung dan fungsi klep-klepnya 300 tahun sebelum Harvey. William Harvey adalah seorang lulusan Universitas Padua yang terkenal di Itali, yang pada waktu itu mayoritas kurikulumnya didasarkan pada teks buku Ibnu Sina dan Ar-Razi.
960
Gerbert d’Aurillac, seorang Perancis, menerjemahkan buku-buku ilmiah Islam ke dalam bahasa Latin, dan dengan ini, era penerjemahan buku-buku ilmiah Islam dimulai. Gerbert kemudian menjadi Paus Sylvester II, meskipun begitu dia masih disebut tukan sihir karena kepercayaannya terhadap sains yang sangat ditentang oleh gereja pada masa itu.
1000-an
Kaca dan cermin digunakan di Spanyol Islam. Orang-orang Venesia belajar tentang seni membuat peralatan berbahan gelas yang bagus dari seniman-seniman pembuat kaca dari Syria selama abad ke-9 dan ke-10. Namun yang diketahui umum cermin dan kaca diproduksi pertama kali tahun 1291 di Venesia.
Dikatakan pula bahwa pada abad ke-17 Isaac Newton mengadakan penyelidikan tentang prisma, lensa-lensa dan cahaya. Padahal dalam abad ke-11 Al-Haytham telah menetapkan hampir segala sesuatu yang dikemukakan oleh Isacc Newton mengenai ilmu optik itu, jauh berabad-abad sebelumnya, dan Al-Haytham dihormati oleh banyak penguasa pada masa itu sebagai “penemu optik.” Demikian juga mengenai penyelidikan tujuh variasi warna yang dibiaskan oleh prisma, selain telah lebih dulu dipelajari oleh Al-Haytham, pada abad ke-14 Kamal Ad-Din juga melakukannya.
Ada dugaan kalau Newton sedikit dipengaruhi oleh Al-Haytham. Al-Haytham adalah ilmuwan fisika yang paling banyak dijadikan referensi di Abad Pertengahan. Pekerjaan-pekerjaannya digunakan dan dikutip oleh sebagian besar sarjana-sarjana Eropa selama abad ke-16 dan 17, tidak sebanding dengan Newton dan Galileo seandainya digabungkan.
Dalam abad ke-16 dikatakan bahwa Leonardo Da Vinci menjadi pendiri ilmu geologi ketika ia mencatat fosil-fosil yang ditemukan di pegunungan yang diindikasi sebagai asal-muasal cairan bumi. Tetapi kenyataanya pada abad ke-11, Al-Biruni membuat dengan tepat perngamatan ini dan menambahkannya ke dalam ilmu geologi, termasuk sebuah buku yang sangat besar, ratusan tahun sebelum Da Vinci dilahirkan. Ibnu Sina mencatat hal ini dengan baik. Jadi sangat mungkin kalau Da Vinci pertama kali belajar konsep ini dari terjemahan buku-buku Islam ke dalam bahasa Latin. Da Vinci tidak menambahkan pengetahuan apa pun yang asli dari dirinya.
1030
Jauh sebelum Paracelsus (abad ke-16) dikatakan menemukan candu yang disuling untuk anesthesia, dokter-dokter Islam sudah memperkenalkan nilai anestetik dari candu asli selama Abad Pertengahan. Candu mula-mula digunakan sebagai bagian dari anestetik oleh orang Yunani. Paracelus adalah seorang murid yang memperlajari pekerjaan-pekerjaan Ibnu Sina, dan dari situlah hampir dipastikan dia memperoleh ide ini.
1050
Konsep keterbatasan materi alam pertama kali ditekuni oleh Al-Biruni, seorang sarjana besar Islam dari Persia dalam tahun 1050. Konsep mengenai wujud materi alam yang bisa berubah namun massanya tetap, seperti air yang jika dipanaskan akan berubah menjadi uap, namun massa total tetap sama. Tapi dikatakan bahwa penemunya adalah Antione Lavoiser pada abad ke-18, padahal Lavoiser adalah seorang murid dari para ahli ilmu kimia dan fisika Muslim pada masanya dan sering mengambil referensi dari buku-buku mereka.
Disebutkan bahwa Nicolas Desmarest pada tahun 1756 adalah orang pertama yang mempelajari tentang pembentukan geologi lembah-lembah, dengan teorinya bahwa lembah-lembah itu dibentuk dalam suatu periode yang lama oleh waktu dan aliran udara. Padahal Ibnu Sina dan Al-Biruni membuat dengan tepat penemuan itu dalam abad ke-11, 700 tahun sebelum Desmarest melakukannya.
Al-Biruni adalah orang yang melakukan eksperimen besar pertama di dunia. Dia menulis lebih dari 200 buku, dan banyak ilmuwan yang mendiskusikan eksperimen-eksperimennya. Hasil karyanya berupa sejumlah literatur ilmiah berbagai bidang ilmu pengetahuan dalam 13.000 halaman, jauh melebihi apa yang ditulis oleh Galileo digabungkan dengan Newton. Jadi tidak benar bahwa Galileo adalah orang pertama yang melakukan eksperimen besar di dunia pada abad ke-17.
1121
Al-Khazini, ilmuwan Muslim kelahiran Bizantium atau Yunani tahun 1115 dan wafat 1130 adalah saintis yang serba bisa yang menguasai astronomi, fisika, biologi, kimia, matematika serta filsafat. Dia telah memberi kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan sains modern, salah satunya adalah kitab Mizan al-Hikmah atau Balance of Wisdom. Buku yang ditulisnya dalam tahun 1121 itu mengungkapkan bagian penting fisika Islam. Dalam buku itu, Al-Khazini menjelaskan sacara detail pemikiran dan teori yang diciptakannya tentang keseimbangan hidrostatika, konstruksi dan kegunaan, serta teori statika atau ilmu keseimbangan, hidrostatika dan pusat gravitasi. Al-Khazini dan ilmuwan Muslim lainnya merupakan yang pertama menjeneralisasi teori pusat gravitasi dan mereka adalah yang pertama kali menerapkannya ke dalam benda tiga dimensi. Para ilmuwan Muslim, salah satunya al-Khazini telah melahirkan ilmu gravitasi yang kemudian berkembang di Eropa.

Jelas di sini Isaac Newton sangat terlambat mengemukakan teori Gravitasi di dalam bukunya Philosophia Naturalis Principia Mathematica yang dipublikasikan tahun 1687, 500 tahun lebih setelah buku Al-Khazini membahas hal yang sama. Jadi bagaimana dengan cerita apel yang jatuh itu?
1130
Gerard da Cremona, orang Italia yang tinggal di Spanyol, menerjemahkan 92 buku ilmiah Islam ke dalam bahasa Latin. Buku terjemahannya itu antara lain Al-Asrar (rahasia-rahasia) karya Abu Bakr Muhammad ibnu Zakaria Ar-Razi (bhs.Ltn.Razes, Rases, atau Rhazes), sebuah karya dokter Abu Az-Zahrawi tentang metoda pembedahan, buku karya Abu Muhammad Dhiyauddin Al-Baithar (bhs.Ltn.Alpetagrius) mengenai tumbuh-tumbuhan.
Giovanni Morgagni (1682-1771), orang Itali yang dihormati sebagai bapak pathology (ilmu penyakit) karena dikatakan sebagai orang pertama yang dengan benar menguraikan sifat alami penyakit. Namun jauh sebelum Giovanni melakukannya, para ahli bedah Islam adalah ahli patologi pertama sesungguhnya. Mereka menyadari secara penuh sifat alami penyakit dan menggambarkan berbagai macam penyakit dengan detil modern. Ibnu Zuhr dengan benar menggambarkan sifat alami radang selaput dada (pleurisy), tuberkulosis (TBC) dan radang kantung jantung (pericardistis). Az-Zahrawi dengan teliti mendokumentasikan ilmu penyakit dari hydrocephalus (air di otak) dan penyakit-penyakit sejak lahir lainnya. Ibnu Al-Quff dan Ibnu An-Nafs memberi uraian-uraian sempurna tentang penyakit-penyakit peredaran darah. Ahli-ahli bedah Islam lainnya memberi uraian-uraian akurat pertama tentang penyakit berbahaya tertentu, termasuk kanker perut, usus dan kerongkongan. Para ahli bedah Islam ini adalah pemula dari pathology (ilmu penyakit), bukan Giovanni Morgagni.
1140-an
Para ahli matematik Islam memperkenalkan bilangan negatif untuk digunakan dalam berbagai fungsi aritmetika sedikitnya 400 tahun sebelum Geronimo Cardano mengakui telah memperkenalkannya dalam tahun 1545, dengan mengatakan bahwa angka-angka bisa kurang dari nol.
1160
Mata air-mata air Nil yang mengalir melalui danau-danau besar di Khatulistiwa telah ditetapkan dengan seksama oleh Al-Idrisi, sedangkan orang-orang Eropa baru menemukannya pada paruh kedua abad ke-19.
1200-an
Informasinya pada tahun 1614, John Napier menemukan logaritma dan tabel logaritmik, namun sejak abad ke-13 para ahli matematika Islam sudah menemukannya dan tabel logaritmik seperti itu sudah umum di dalam dunia pengetahuan Islam pada masa itu.
1205

Amir Ya’qub dalam pertempuran Mahdiyya telah menggunakan artileri sebagai senjata terakhir. Pada tahun 1273, Sultan Abu Yusuf pada pertempuran Sijilmasa di Maroko Selatan mempergunakan meriam-meriam. Pada tahun 1342, dua orang Inggris, Lord Derby dan Lord Salisbury, hadir pada pertempuran Algericas yang dipertahankan dengan cara yang sama oleh orang-orang Arab. Ketika kedua orang Inggris itu menyaksikan daya efek mesiu, maka mereka membawa penemuan ini ke negeri mereka.
1240 – 1250
Seorang frater Katolik Roma anggota Ordo Fransiskan dari Inggris bernama Roger Bacon datang untuk mempelajari bahasa Arab ke Paris dan Toledo karena ada orang-orang Perancis yang pandai berbahasa Arab di sana. Selain itu di sana terdapat banyak terjemahan buku ilmiah Islam ke dalam bahasa Latin dan naskah-naskah asli berbahasa Arab.
Dikatakan bahwa perawatan pertama dengan anesthesia (pembiusan) dilakukan oleh C.W. Long, seorang Amerika pada tahun 1845, padahal 600 tahun sebelum Long melakukannya, seorang Muslim Spanyol, Az-Zahrawi dan Ibnu Zuhr, di antara para ahli bedah Muslim lainnya, sudah melaksanakan ratusan perawatan-perawatan melalui cara pembiusan dengan penggunaan narkotika yang direndam pada spon, yang ditempatkan dengan cara menutup wajah.
1250 – 1257
Roger Bacon pulang ke Inggris dan melanjutkan pelajaran Bahasa Arabnya di Universitas Oxford dengan membawa sejumlah besar buku-buku ilmiah Islam dari Paris. Di antaranya Al-Manazhier karya Ali Al-Hasan ibnu Haitsam diterjemahkan Bacon ke dalam bahasa Latin, bahasa ilmiah Eropa pada masa itu.
Terdapat penjelasan-penjelasan mengenai mesiu dan mikroskop pada naskah itu, namun secara tidak jujur dia telah mencantumkan namanya sendiri pada terjemahan-terjemahan itu dan dengan demikian dia telah melakukan plagiat terang-terangan.
Sangat berbeda dengan penerjemah-penerjemah Muslim yang menerjemahkan karya-karya Pythagoras, Plato, Aristoteles, Aristarchos, Euclides dan Claudius Ptolemaios, dan lain-lain dengan tetap menyebutkan nama pengarang-pengarang aslinya.
1300-an
Dimulai abad Renaisans (B.Perancis Renaissance) atau kelahiran kembali, di mana ditemukan kembali cerahnya peradaban Yunani dan Romawi (yang dianggap sebagai “klasik”) ketika keduanya mengalami masa keemasan. Renaisans berlangsung antara abad ke-14 hingga abad ke-17 di Eropa. Tampak di sini, bahwa kebangkitan Eropa yang diawali dengan Renaisans erat hubungannya dengan kembalinya penerjemahan buku-buku ilmiah Islam ke dalam bahasa Latin, antara lain Gerbert d’Aurillac, orang Perancis yang menjadi Paus Sylvester II (tahun 960), Gerard da Cremona, orang Itali (tahun 1130), Seorang frater Katolik Roma, Roger Bacon dari Inggris (tahun 1250).
Dikatakan bahwa tahun 1454, Johan Gutenberg (1398 – 1468) menemukan mesin cetak paling canggih di abad pertengahan. Faktanya, alat cetak berbahan kuningan yang dapat dipindahkan telah digunakan di Spanyol Islam 100 tahun sebelumnya, ketika Gutenberg belum lahir.
1400-an
Dikatakan bahwa sistem desimal di dalam matematika pertama kali dikembangkan oleh seorang Belanda, Simon Stevin, tahun 1589. Sistem desimal membantu ilmuwan matematika karena menggantikan bilangan pecahan yang sulit, sebagai contohnya 1/2, dengan menggunakan desimal menjadi 0,5.
Padahal para ahli matematika Islam adalah yang pertama menggunakan sistem desimal sebagai ganti bilangan pecahan secara besar-besaran. Buku Al-Kashi, berjudul “Kunci kepada Aritmatika”, yang ditulis pada awal abad ke-15 dan menjadi stimulus untuk aplikasi sistematis sistem desimal untuk seluruh bilangan dan pecahan-pecahannya.
1600-an
Francis Bacon – seorang Bacon yang lain, menyebarluaskan teori induksi dan percobaan-percobaan ilmiah (eksperimen) atau empirisme ilmiah di dalam karya-karyanya The Advencement of Learning (1605), Novum Organum (1620), De Augmentis Scientiarum (1623), Sylva Sylvarum (1624), dan New Atlantis (1624), yang dengan alat cetak buku buatan Johan Gotenburg buku-buku tersebut dicetak.
Kemudian berkembang teori Baconian Philosophy yang kemudian menjadi dasar metode ilmiah pada ilmu pengetahuan dan teknologi di Barat (Eropa dan Amerika), yang mana metode tersebut sebetulnya merupakan jiplakan Bacon dari ilmu pengetahuan di dunia Islam.
Sumber: Indowebster

CIRI KHAS HAJI YANG MABRŪR


الحمد لله والصلاة والسلام على رسول لله و على آله و صحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين أما بعد
Kaum muslimīn & muslimāt rahimanī wa rahimakumullāh,
Adalah menjadi impian setiap jama'ah haji untuk menjadi (mendapatkan) haji yang mabrūr karena haji yang mabrūr tidak ada balasannya kecuali surga Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Juga bagi orang yang hajinya mabrūr ketika dia pulang maka pulang dalam keadaan bagaikan bayi yang lahir dari perut ibunya.
Oleh karena itu, adalah harapan setiap orang yang pergi haji yaitu ingin mendapatkan predikat haji yang mabrūr.
Maka menjadi satu hal yang patut untuk kita kaji bersama adalah "Seperti apa ciri orang yang hajinya adalah haji yang mabrūr?"
Berikut ini adalah perkataan seorang ulama besar di masa tābi'īn, Al-Hasan Al-Bashri rahimahullāhu Ta'āla;
قَالَ الْحَسَنُ: الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ هُوَ أَنْ يَرْجِعَ زَاهِدًا فِيْ الدُّنْيَا رَغِبًا فِيْ الْأَخِرَةِ
Beliau mengatakan bahwasanya (yang dimaksud dengan) :
"Haji yang mabrūr adalah pulang dari pergi haji dalam keadaan menjadi orang yang zuhud dengan dunia dan semangat untuk mencari bekal akhirat."
Bapak dan ibu kaum muslimīn & muslimāh rahimanī wa rahimakumullāh,
Dalam perkataan beliau ini, kita jumpai dua ciri orang yang hajinya adalah haji yang mabrūr.
Ciri tersebut adalah adanya perubahan pada dirinya; berbeda antara sebelum berangkat haji dan setelah pulang haji.
Perbedaannya adalah seperti yang beliau sampaikan:
■ Pertama
Orang yang hajinya adalah haji yang mabrur, yang sebelumnya boleh jadi dulu adalah:
• Pemburu dunia.
• Semuanya ditimbang dengan dunia.
• Semuanya yang ada di pikiran hanyalah uang dan harta.
(Dari bangun tidur sampai tidur lagi, bahkan mimpinya pun memimpikan dunia karena demikian rakusnya dengan dunia.)
• Semuanya dihitung dengan materi (uang).
(Apakah ini menghasilkan uang ataukah tidak, tidak hitung-hitungan apakah ini menghasilkan pahala dan ridhā Allāh Subhānahu wa Ta'āla.)
Akan tetapi setelah pulang haji dia menjadi zuhud terhadap dunia.
Maka dia menjadi orang yang:
√ Menyikapi dunia secara proporsional.
√ Menjadikan dunia ditangannya dan tidak dihatinya.
Dunia bukanlah orientasi pokoknya meskipun dia adalah seorang yang perhatian dengan urusan dunia dan memajukan bisnis dan usaha, namun itu semua dia sadar adalah titipan.
Itu semua dia letakkan ditangannya dan tidak dia letakkan di hatinya.
Itulah orang yang zuhud dengan dunia.
■ Kedua
Orang yang hajinya adalah haji yang mabrūr, maka setelah pulang haji dia menjadi orang yang "rāghiban fil ākhirat" yaitu orang yang semangat untuk berburu bekal yang akan di bawa ke akhirat.
Maka sebagaimana dia bersemangat beribadah saat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, maka semangatnya itu dia upayakan untuk tetap terjaga.
Setelah pulang ke tanah air, maka dia;
√ Lebih semangat untuk mencintai masjid.
√ Semangat untuk pergi kemasjid dalam rangka shalat berjamaah.
√ Lebih semangat untuk melakukan berbagai macam amal shalih dan amalan kebajikan.
Karena dia adalah orang yang rāghiban fil ākhirat;
√ Orang yang menjadi pemburu akhirat.
√ Orang yang sangat bersemangat untuk mendapatkan nikmat akhirat.
Maka orientasinya adalah orientasi akhirat. Dunia yang dia kerjakan, dia pikirkan bagaimanakah perkara dunia ini juga menghasilkan nilai akhirat.
Inilah keadaan orang yang hajinya adalah haji yang mabrūr.
Maka, manakala kita jumpai pada diri kita, setelah kita menyelesaikan kegiatan ibadah haji dan setelah pulang ke tanah air, nampak pada diri kita dua hal ini.
Yaitu:
√ Kita tidak lagi berorientasi dunia, dunia hanya sekedar ditangan tidak dihati.
√ Menjadi orang yang bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, dalam melakukan amal-amal yang mendatangkan ridhā Allāh Subhānahu wa Ta'āla dan pahala.
Maka kita bisa berharap mudah-mudahan pergi kita ke kota suci Mekkah yang mengeluarkan biaya yang tidak sedikit adalah safar yang bermanfaat karena pulang dengan membawa predikat haji yang mabrūr, yang tidak ada balasan baginya (orang yang hajinya adalah haji mabrūr) kecuali surga Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
________________________
Dikuti dari BIAS

KESYIRIKAN ORANG-ORANG QURAIYS


Diantara bentuk kesyirikan mereka adalah:
• Berdo'a dan bertaqarrub kepada orang-orang shālih yang sudah meninggal.
• Menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka.
Dengan tujuan supaya mendapatkan syafa'at orang-orang shālih tersebut disisi Allāh dan, dengan tujuan mencari kedekatan kepada Allāh.
Allāh sendiri telah menceritakan keyakinan mereka ini di dalam Al-Qurān dan Allāh mengingkarinya.
Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:
وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
"Dan mereka menyembah kepada selain Allāh, sesuatu yang tidak memudharati mereka dan tidak pula memberi manfaat.
(Dan mereka berkata) mereka adalah pemberi syafa'at bagi kami disisi Allah.
Katakanlah: 'Apakah kalian akan mengabarkan kepada Allāh sesuatu yang Allāh tidak ketahui di langit dan di bumi?'
Maha Suci Allāh dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan"
(QS Yunus :18)
Dalam ayat ini Allāh menamakan perbuatan mereka sebagai bentuk menyekutukan Allāh.
Dan Allāh Subhānahu wa Ta'āla juga berfirman :
أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ
"Ketahuilah bahwa milik Allāh-lah agama yang tulus dan orang-orang yang menjadikan selain Allāh sekutu.
(Mereka mengatakan,) 'Tidaklah kami menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allāh.'
Sesungguhnya Allāh akan menghukumi diantara mereka di dalam apa yang mereka perselisihkan.
Sesungguhnya Allāh tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang berdusta lagi sangat ingkar."
(QS Az-Zumar : 3)
Ayat ini menunjukan bahwa tujuan mereka menyembah orang-orang shālih tersebut adalah supaya mereka mendekatkan penyembahnya kepada Allāh.
Dan cara meraih syafa'at di hari kiamat bukanlah demikian.
Cara meraih syafa'at di hari kiamat adalah dengan memurnikan tauhid bukan dengan kesyirikan.
Dan cara dekat dengan Allāh adalah mendekatkan diri kepadaNya dengan iman dan amal shālih, yang wajib maupun yang sunnah, sebagaimana orang-orang shālih tersebut melakukannya.
Tidak boleh seseorang menyamakan Allāh dengan seorang kepala negara yang sulit menyampaikan hajat kepadanya kecuali melalui perantara dan para pembantunya.
Tidak boleh seseorang menyerupakan Allāh dengan siapapun karena Allāh Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui dan Maha Berkuasa.
Sedangkan seorang kepala negara, maka dia adalah makhluq yang lemah, tidak mampu melakukan seluruh pekerjaannya kecuali dibantu oleh para pembantunya.
Demikianlah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
_____________________________
Dikutip dari BIAS

MENGENAL BELIAU SEBAGAI SEORANG RASŪL YANG DIANTARA TUGASNYA MEMBAWA PERINTAH DARI ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA'ĀLA


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke-2 dari Silsilah Mengenal Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam adalah "Mengenal Beliau Sebagai Seorang Rasūl Yang Diantara Tugasnya Adalah Membawa Perintah Dari Allāh Subhānahu wa Ta'āla".
Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam sebagai seorang utusan, membawa perintah-perintah dari Allāh.
Beliau sampaikan perintah-perintah tersebut kepada kita supaya kita jalankan sesuai dengan kemampuan kita.
Beliau shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:
وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ
"Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian maka hendaklah kalian kerjakan sesuai kemampuan kalian".
(HR Imām Muslim)
Dan perintah Allāh Subhānahu wa Ta'āla ada 2 macam:
⑴ Wajib
⑵ Sunnah (dianjurkan)
● WAJIB ●
Amalan yang wajib apabila kita tinggalkan maka berdosa.
Seperti:
• Shalāt 5 waktu
• Berpuasa Ramadhān
• Haji bagi yang wajib
• Memakai hijab bagi wanita
• Dan lain-lain.
Maka ini adalah amalan-amalan yang wajib.
● SUNNAH ●
Adapun amalan yang sunnah, apabila tidak dikerjakan seseorang tidak berdosa.
Seperti:
• Shalāt rawatib
• Shalāt Dhuha
• Puasa Senin dan Kamis
• Puasa Nabi Dāwūd
• Dan juga amalan-amalan sunnah yang lain.
Kita kerjakan perintah-perintah tersebut sesuai dengan kemampuan kita.
• Apabila kita tidak mampu shalāt wajib dengan berdiri, maka kita duduk.
• Apabila seseorang tidak mampu melaksanakan shalāt berjama'ah di masjid karena sakit, maka silahkan dia melaksanakan shalāt tersebut dirumahnya.
• Apabila seseorang tidak mampu berpuasa Ramadhān karena sakit atau bepergian, maka bisa dia ganti pada hari-hari yang lain.
• Orang yang tidak mampu shalāt malam 11 raka'at, maka dia bisa shalāt malam lebih sedikit dari itu.
• Demikian pula orang yang tidak mampu berpuasa Dāwūd 'alaihis salām, maka bisa berpuasa dengan puasa yang lebih ringan dari itu.
Dan Allāh Subhānahu wa Ta'āla tidaklah memerintah kita dengan sebuah perintah, kecuali di dalam perintah tersebut ada hikmah dan juga kebaikan bagi kita semua.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang ke-2 ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
وبِاللَّهِ التَّوْفِيْقِ وَ الْهِدَايَةِ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ ووَبَرَكَاتُهُ
________________________
Dikutip dari BIAS

7 Pengertian Doa Menurut Agama Islam Terlengkap

Pengertian Doa Meurut Agama Islam

Pengertian doa menurut agama islam terlengkap– Doa merupakan sebuah ibadah, bahkan juga inti dari ibadah tersebut. Pada hakekatnya ibadah ialah ungkapan dari lahirnya kesadaran nurani atau perasaan hajat meminta pertolongan atau bantuan Allah SWT.
Namun bukan hanya seseorang yang sedang tertimpa sebuah musibah namun juga untuk seluruh umat Islam yang masih hidup (diberirahmat dan kehidupan), dalam keadaan yang masih sehat dan tidak kurang suatu apa pun, sebagai manusia kiranya kita harus berdoa untuk meminta atau bersyukur berkat rahmat yang maha kuasa. Agar kita diberi keuatan iman dan takwa agar tetap bisa melakukan segala perintah-Nya.
Selain itu, jika kita menyadari bahwa situasi yang kita hadapi sehari-hari berputar seperti roda gerobak. Mungkin hari ini kita bisa beribadah dengan baik dan tulus, tapi siapa yang tahu hari berikutnya kami memiliki kemalasan suatu? Mungkin hari ini kita sangat senang, tapi siapa yang tahu besok nasib kita atau lusa menjadi sebaliknya? Oleh karena itu, dalam kondisi yang baik seperti yang kita masih perlu berdoa. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, “Tiada sesuatu yang paling mulia dalam -pandangan Allah, selain dari berdoa kepada-Nya, sedang kita dalam keadaan lapang.” (HR. Al-Hakim).
Dalam al-Quran doa memiliki beberapa makna. Di antaranya adalah :
  • Al-Qaul atau ucapan. Lihat Q.S. al-A’raf ayat 5!
  • Al-‘Ibadah atau ibadah. Lihat Q.S. al-Kahfi ayat 14!
  • An-Nida atau panggilan. Lihat Q.S. Ali Imran ayat 61!
  • Ath-Thalab atau permintaan, tuntutan. Lihat Q.S. Fathir ayat 18!
  • Al-Isti’anah atau minta pertolongan. Q.S. al-Baqarah ayat 23!
  • As-Su`al atau permintaan secara umum. Lihat Q.S. al-Baqarah ayat 69!
  • Al-Hats-tsu ‘alasy-syai`i atau motivasi untuk mengerjakan sesuatu. Lihat Q.S. Nuh ayat 5!

Arti Doa / Do’a

Doa merupakan suatu permohonan atau permintaan yang bersifat baik terhadap Allah SWT, seperti meminta kesehatan, keselamatan, rezki yang halal dan tabahan dalam menjalani kehidupan. Sebaiknya kita semua meminta atau berdoa kepada Allah SWT setiap waktu, setiap saat, kapanpun dan dimanapun karena selalu didengar oleh-Nya.
Pengertian Doa menurut Agama Islam

Tujuan Berdo’a / Berdoa

  • Memohon hidup selalu dalam bimbingan Allah SWT
  • Meminta perlindungan Allah SWT dari semua Setan yang terkutuk
  • Memohon agar kita diberi selamat dunia akhirat
  • Mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas berkah dan rahmat-Nya

Waktu-waktu yang tepat / mustajab untuk berdoa kepada Allah SWT

  1. Ketika membaca Al-Quran
  2. Setelah Solat wajib
  3. Pada saat tengah malam setelah sholat tahajud
  4. Saat berpuasa wajib dan sunah
  5. Saat melaksanakan ibadah haji

Tata cara Berdo’a

  • Menghadap Ka’bah (kiblat)
  • Sebelum berdoa membaca basmalah, istighfar dan hamdalah. Kemudian disusul salawat Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat-sahabatnya.
  • Mengangkat kedua tangan sebelum doa dan mengusap wajahnya dengan telapak tangan setelah shalat.
  • Meminta dengan suara menenangkan sambil berdoa dengan sungguh-sungguh, tulus dan serius
  • Berharap bahwa Allah menerima doanya
  • Berdoa diulang pada waktu lain untuk menunjukkan seberapa serius kita diberikan oleh Allah SWT
  • Setelah berdoa ditutup dengan salawat nabi dan pujian kepada Allah SWT

Macam-macam Doa Qunut

Di dalam Islam, pelaksnaan doa Qunut secara garis besar terbagi menjadi dua macam:
  1. Qunut Shalat Subuh adalah doa yang dibaca pada waktu I’tidal (berdiri setelah rukuk) setiap akhir roka’at sholat subuh, Qunut jenis ini dinilai oleh Ab’adl Sunnah yang mencakup bagian dari doa sehingga ketika meninggalkan maka dianjurkan menggantinya dengan sujud sahwi.
  2. Qunut Shalat Witir merupakan doa yang dibaca pada waktu I’tidal (berdiri setelah rukuk) setiap akhir roka’at sholat Witir di babak kedua Ramadhan, dari malam ke-16 Ramadhan sampai akhir Ramadan, Qunut jenis Sunnah Ab ‘adl dinilai oleh ulama syafi’iyah.
  3. Qunut Nazilah merupakan doa Qunut dilakukan ketika bencana besar seperti bencana yang melanda wilayah suatu, kelaparan, musuh menyerang dan sebagainya. Qunut juga membaca dalam waktu terakhir setiap doa fardlu tapi tidak disarankan / sujud disunnahkan lupa ketika meninggalkan karena tidak termasuk sunnah Ab’adl.
Demikian Penjelasan Tentang 7 Pengertian Doa Menurut Agama Islam Terlengkap Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan.Com

Hati Yang Sakit


oleh: Ustadz Abdullah Roy, MA
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
Kaum muslimin rahimanī wa rahimakumullāh,
Hati yang keras dan membatu adalah:
✓Hati yang sulit untuk menerima nashihat.
✓Hati yang apabila membaca Al Qurān, dia tidak terpengaruh dengan bacaan yang dia baca.
✓Hati yang tidak memperdulikan kembali ketika dia mencari rizki; apakah dia mendapatkan yang halal atau yang haram.
✓Hati yang senantiasa berburuk sangka kepada orang lain.
Hati yang seperti ini adalah hati yang berpenyakit.
Dan kewajiban seorang Muslim untuk membersihkan hatinya, bagaimana menjadikan hati tersebut menjadi hati yang hidup.
Dan di antara caranya, sebagaimana yang disampaikan oleh para ulama, ada 3 perkara:
⑴ MENTADABBURI AL QURĀNUL KARĪM (MEMBACA AL QURĀNUL KARĪM DENGAN MENGETAHUI MAKNANYA)
Karena Allāh Subhānahu wa Ta'āla menurunkan Al Qurān di antaranya adalah sebagai obat bagi penyakit dan apa yang ada dalam hati seseorang.
Sebagaimana firman Allāh di dalam sebuah ayat:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
"Wahai manusia, telah datang kepada kalian nashihat dari Rabb kalian dan juga obat bagi apa yang ada di dalam hati (dada) kalian dan dia adalah petunjuk & rahmat bagi orang-orang yang beriman."
(QS An Nisā: 57)
Di dalam ayat ini Allāh telah mengabarkan kepada kita bahwasanya Al Qurānul Karīm Allāh turunkan sebagai syifā (obat) bagi apa yang ada di dalam hati dan dada kita.
Oleh karena itu cara untuk melunakkan hati yang membatu adalah dengan men-tadabburi Al Qurānul Karīm.
Kemudian, di antara cara untuk menghilangkan kekesatan dan kerasnya hati adalah,
⑵ MENJAUHI KEMAKSIATAN DAN DOSA
Karena dosa dan kemaksiatan inilah yang menjadikan hati kita menjadi keras dan susah untuk menerima nashihat dan apa yang datang dari Al Qurān dan sunnah Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Di dalam sebuah ayat, Allāh Subhānahu wa Ta'āla mengabarkan bahwasanya dosa adalah sebab tertutupnya hati manusia.
Allāh Subhānahu wa Ta'āla berfirman:
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ
"Sekali-kali tidak, bahkan telah menutupi hati-hati mereka apa yang telah mereka perbuat."
(QS Al Muthaffifīn: 14)
⇒ Yaitu berupa dosa dan kemaksiatan.
Semakin banyak seseorang melakukan dosa & kemaksiatan maka akan semakin keras hatinya.
Oleh karenanya di antara cara untuk menghilangkan kekerasan hati adalah dengan menjauhi kemaksiatan
⑶ MEMPERBANYAK TAUBAT DAN ISTIGHFAR KEPADA ALLĀH
Bertaubat kepada Allāh dengan taubat yang nashūhah.
Apabila seseorang terlanjur melakukan sebuah dosa & kemaksiatan maka hendaklah dia bersegera untuk bertaubat dengan taubat yang nashūhah kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla.
Dan bersegera untuk istighfar kepada Allāh 'Azza wa Jalla.
Dalam sebuah hadits, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ ذَنْبًا كَانَتْ نُكْتَةً سَوْدَاءَ فِي قَلْبِهِ ، فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ صُقِلَ قَلْبُهُ ، فَإِنْ زَادَ زَادَتْ
"Seorang mu'min apabila dia melakukan dosa dan kemaksiatan maka dosa tersebut akan menjadikan titik hitam di dalam hatinya.
Kemudian apabila dia melakukan taubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta'āla, kemudian dia meninggalkan kemaksiatan tersebut dan beristighfar kepada Allāh maka akan kembali bersih hatinya.
Apabila dia menambah kemaksiatan maka akan semakin bertambah banyak titik-titik hitam di dalam hatinya."
(HR Tirmidzi)
Ini menunjukkan kepada kita bahwasanya diantara cara untuk melunakkan dan membersihkan hati kita agar menjadi hati yang hidup adalah memperbanyak taubat dan istighfar kepada Allāh 'Azza wa Jalla.
Itulah yang bisa kita sampaikan. Semoga yang sedikit ini bermanfaat.
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
______________________________
Dikutip dari BIAS.

Pengertian Akhlak Menurut Bahasa Dan Istilahnya Lengkap

Pengartian Akhlak

Pengertian Akhlak Menurut Bahasa Dan Istilahnya Lengkap– Akhlak adalah kata jamak dari kata khuluk, berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, tingkah laku, atau karakter. Tiga ahli di bidang akhlak, yaitu Ibnu Miskawaih, Al Ghazali, dan Ahmad Amin menyatakan bahwa moralitas adalah temperamen yang melekat dari seseorang yang dapat membawa perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran pertama.
Kata akhlak didefinisikan sebagai perilaku, tetapi perilaku harus diulang hanya sekali tidak cukup untuk melakukan perbuatan baik, atau hanya kadang-kadang. Seseorang dapat dikatakan merosot jika timbul dengan sendirinya didorong oleh motivasi yang kuat dan dilakukan tanpa banyak pertimbangan terutama pikir pertimbangan sering diulang, sehingga terkesan sebagai suatu keharusan untuk melakukan. Jika hal itu dilakukan oleh dipaksa tidak refleksi dari akhlak.

Syarat

Ada empat hal yang harus ada apabila seseorang ingin dikatakan berakhlak.
  1. Kesadaran akan perbuatan itu
  2. Kemampuan melakukan perbuatan.
  3. Perbuatan yang baik atau buruk.
  4. Kondisi jiwa yang membuat cenderung melakukan perbuatan baik atau buruk.

Sumber

Moralitas berakar pada agama. Temperamen sendiri menyiratkan sebagai sifat dan karakter bawaan. Pembentukan Peragai dari baik atau buruk, ditentukan oleh faktor dari dalam diri sendiri atau dari luar, yaitu kondisi lingkungan. Kebanyakan lingkungan keluarga kecil, melalui keluarga bahwa kepribadian seseorang dapat terbentuk.
Dalam hal akhlak yang berarti perilaku seseorang didorong oleh keinginan sadar untuk melakukan perbuatan baik. Para ahli seperti Al Ghazali menyatakan bahwa moralitas temperamen yang melekat pada seseorang yang dapat membawa perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran pertama. Peragai sendiri menyiratkan sebagai sifat dan karakter bawaan.
Pengertian Akhlak
Pengertian Akhlak

Karakter

Karakter dalam kamus Bahasa Indonesia adalah kata majemuk dari kata dan budidaya karakter. Budi berarti atau kesadaran atau alat kesadaran. Karakter berarti perilaku. Dalam terminologi, nikmat kata adalah bahwa pada manusia terkait dengan kesadaran, yang didorong oleh pemikiran, rasio yang disebut dengan nama karakter. Sementara karakter adalah apa yang terlihat pada manusia, karena didorong oleh perasaan hati, yang disebut perilaku. Jadi dari kedua kata budipekerti dapat diartikan sebagai kombinasi rasa yang menghasilkan rasio dan niat dan bermanifestasi dalam perilaku manusia.
Penerapan sopan santun tergantung pada pelaksanaannya. Karakter dapat berupa positif atau negatif. Karakter itu sendiri selalu dikaitkan dengan perilaku manusia. Karakter didorong oleh kekuatan yang terkandung dalam rasio hati. Rasio memiliki kecenderungan untuk ingin tahu sifat dan menerima bahwa logis, wajar dan dinyatakan tidak menerima analogis, yang tidak masuk akal.
Akhlak, etika dan moral memiliki pemahaman yang sangat berbeda. Moral berasal dari latinyaitu mos, yang berarti adat yang menjadi dasar untuk mengukur apakah seseorang adalah perbuatan baik atau buruk. Bad dapat dikatakan baik tindakan moral, lokal. Sementara karakter adalah perilaku yang baik, buruk, salah, penilaian ini dalam terang hukum yang ada dalam ajaran agama. Perbedaan dengan etika, etika adalah ilmu yang berhubungan dengan moralitas manusia, atau sekitar sejauh moralitas.
Etika terdiri dari tiga pendekatan, yaitu etika deskriptif, etika normatif dan meta-etika. Aturan etika etika deskriptif biasa yang dibesarkan di bea cukai, asumsi tentang yang baik dan yang buruk, tindakan diperbolehkan atau tidak diperbolehkan. Sementara aturan yang sering muncul dalam etika normatif, yaitu hati nurani, kebebasan dan tanggung jawab, nilai dan norma, serta hak dan kewajiban.
Selanjutnya dimasukkan dalam meta-etika aturan di bidang pidato yang dikatakan moralitas. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa etika adalah ilmu, adalah doktrin moral dan moralitas adalah perilaku manusia.

Pembagian Akhlak

Akhlak Baik (Al-Hamidah)
1. Jujur (Ash-Shidqu)
adalah suatu tingkah laku yang didorong oleh keinginan (niat) yang baik dengan tujuan tidak mendatangkan kerugian bagi dirinya maupun oranglain.
2. Berprilaku baik (Husnul Khuluqi)
3. Malu (Al-Haya’)
4. Rendah hati (At-Tawadlu’)
5. Murah hati (Al-Hilmu)
6. Sabar (Ash-Shobr)
Akhlak Buruk (Adz-Dzamimah)
Mencuri/mengambil bukan haknya 2. Iri hati 3. Membicarakan kejelekan orang lain (bergosip) 4. Membunuh 5. Segala bentuk tindakan yang tercela dan merugikan orang lain ( mahluk lain).

Ruang Lingkup Akhlak

Akhlak pribadi
Kebanyakan dekat dengan seseorang, maka orang itu harus sadar dan menyadari dirinya, karena hanya dengan, dasar utama dari dikonversi dan sadar diri dari kesempurnaan moral, dukungan yang tinggi. Manusia terdiri dari tubuh dan jiwa, selain orang-orang yang memiliki sifat sendiri, dengan segala kelebihan dan dimanapun manusia hanya manusia memiliki sertifikat.
Akhlak Keluarga
Moralitas mencakup tugas orang tua, anak-anak, kerabat dan kawan-kawan karib. Tugas orang tua untuk anak-anak, dalam Islam mengarahkan orang tua dan pendidik untuk memperhatikan anak-anak sempurna, dengan ajaran bijak -ajaran, setiap agama telah memerintahkan setiap JV yang memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan dan mendidik, terutama ayah dan ibu memiliki akhlak mulia , sikap hati-hati yang lembut dan penuh kasih.
Akhlak Masyarakat
Tetangga berpartisipasi berterima kasih jika orang tua Anda bahagia dan pergi keras ketika orang tua Anda sulit, membantu mereka, dan bersam-sama mencari kemanfaatan dan menolak kemudhorotan, orang tua Anda mengasihi dan menghormati mereka maka wajib atasmu mengikuti ayah dan ibumu, cinta dan menghormati tetangga,
Akhlak Negara
Senegara mereka dengan Anda adalah warga negara dari orang yang sama yang berbicara dengan Anda, jangan ragu untuk berkorban untuk kejayaan negara Anda, Anda tinggal dengan mereka dengan nasib dan tanggung jawab yang sama.
Akhlak Agama
Makhluk moral atau manusia memiliki kewajiban moral kepada Tuhan, karena karakter lingkup yang sangat luas mencakup semua aspek kehidupan, baik secara vertikal dengan Allah dan horizontal dengan makhluk Allah lainnya.
Demikian Penjelasan Tentang Pengertian Akhlak Menurut Bahasa Dan Istilah Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan.Com 😀

Sejarah Agama Islam Di Dunia Telengkap Menurut Para Ahli

Sejarah Agama Islam Di Dunia

Islam muncul di Semenanjung Arab pada abad 7 Masehi ketika Nabi Muhammad saw mendapat ayat-ayat Allah s.w.t. Setelah kematian Rasullullah s.a.w. Islam berkembang ke Samudra Atlantik di Barat dan Asia Tengah di Timur. Seiring waktu, Muslim dibagi dan ada banyak kerajaan Islam berkembang lainnya.
Namun, munculnya Islam sebagai kerajaan kerajaan Umayyah, Abbasiyah, kerajaan Seljuk / Turki Seljuk, Ottoman Empire, Mughal Empire, India, dan Kesultanan Malaka telah menjadi kerajaan yang kuat. Tempat yang bagus untuk belajar ilmu pengetahuan telah menyadari sebuah peradaban Islam yang agung.Banyak ahli dalam ilmu sains dan sebagainya muncul dari negara-negara Muslim, terutama dizaman emas Islam.
Pada abad ke-18 dan ke-19 Masehi, banyak daerah Islam jatuh ke tangan penjajah Eropa. Setelah Perang Dunia I, Kekaisaran Ottoman runtuh kerajaan Islam terakhir menyembah bumi.

Nabi Muhammad S.A.W

Semenanjung Arab sebelum kedatangan Islam adalah daerah yang sangat terbelakang. Banyak orang Arab yang penyembah berhala dan pengikut lain dari agama Kristen dan Yahudi. Mekkah saat itu adalah tempat suci bagi orang-orang Arab. karena di tempat-tempat ini ada berhala agama mereka dan ada juga Sumur Zamzam, dan yang paling penting adalah Ka’bah.
Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah pada Tahun Gajah adalah pada taggal 12- Rabi’ul Awal atau pada tanggal 21 April (570 atau 571 Masehi). Nabi Muhammad adalah seorang yatim piatu setelah ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib meninggal ketika ia masih dalam kandungan dan ibunya Aminah binti Wahab meninggal ketika ia berusia 7 tahun.
Kemudian ia dibesarkan oleh kakeknya Abdul Muthalib. Setelah kakeknya meninggal ia dibesarkan dengan baik oleh pamannya, Abu Thalib. Nabi Muhammad kemudian menikah dengan Siti Khadijah ketika ia berusia 25 tahun. Dia memiliki kambing dan menjadi pengembala kambing.
Nabi Muhammad pernah diangkat menjadi hakim. Pada saat ia berusia 35 tahun, pada saat banjir di kota Mekah, ia tidak suka suasana kota Mekah yang dipenuhi dengan orang-orang yang memiliki masalah sosial yang tinggi. Selain orang-orangnya menyembah berhala, orang-orang Mekah pada waktu itu juga mengubur bayi-bayi perempuan. Nabi Muhammad menghabiskan banyak waktu degan menyendiri di gua Hira untuk mencari ketenangan dan memikirkan Mekkah.
Ketika Nabi Muhammad berumur 40 tahun, ia dikunjungi oleh Malaikat Jibril. Setelah itu, ia mengajar ajaran Islam secara diam-diam kepada orang-orang terdekat yang dikenal sebagai “as-Sabiqun al-Awwalun (yang pertama masuk Islam)” dan kemudian secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekkah, setelah turun wahyu al quran surat al Hijr ayat 94.
Di tahun 622, Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya pindah dari Mekah ke Madinah. peristiwa ini dinamakan Hijrah. Sejak itu dimulai kalender Islam atau kalender Hijriyah.
Warga Mekkah dan Madinah berjuang dengan Nabi Muhammad saw. dengan hasil yang baik meskipun ada di antara umat Islam yang tewas. Muslim akhirnya menjadi lebih kuat, dan menaklukkan kota Mekah. Setelah Nabi Muhammad s.a.w. wafat, seluruh Jazirah Arab di bawah kendali Islam.

Perkembangan Agama Islam Di Dunia

Dalam sejarah umum Islam setelah wafatnya Nabi Muhammad telah berkembang secara luas di seluruh dunia. Bani Abbasiyah, Bani Umayyah, dan Kekaisaran Utsmaniyah dapat dikatakan untuk menghubungkan daya dari empat khalifah pertama Islam setelah Khulafaur Rasyidin.
Indonesia telah mengenal Islam sejak abad pertama 7 masehi atau Hijriyah, meskipun frekuensinya tidak terlalu besar hanya melalui perdagangan dengan para pedagang-pedangang muslim yang berlayar ke Indonesia untuk berhenti untuk beberapa waktu. Pengenalan Islam lebih baik, khususnya di Semenanjung Melayu dan Nusantara, yang berlangsung hingga beberapa abad kemudian.

Khulafaur Rasyidin

  • 632 – Wafatnya Nabi Muhammad dan Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah. Usamah bin Zaid memimpin penyerbuan ke Syria. Perang melawan orang yang murtad, yaitu Bani Tamim dan al-Kadzab Musailamah. Dan
  • 633 M – Mulailah pengumpulan Al Quran.
  • 636 M – Perang di tentara Romawi sehingga Ajnadin atas Suriah, Mesopotamia, dan Palestina bisa ditaklukkan. Penaklukan Kadisia atas tentara Persia.
  • 661 M – Ali bin Abi Thalib meninggal karena dibunuh. Pemerintah Khulafaur Rasyidin berakhir. Hasan (cucu dari Nabi Muhammad) kemudian diangkat sebagai Khalifah ke-5 Muslim (umat muslim) menggantikan Ali bin Abi Thalib.
  • 661 M – Setelah sekitar 6 bulan Khalifah Hasan memerintah, dua kelompok besar, yaitu kekuatan Islam pasukan Hasan Khalifah di Kufah dan pasukan Muawiyah di Damaskus siap untuk memulai pertempuran besar.
    Ketika pertempuran akan pecah, Muawiyah kemudian menawarkan rencana perdamaian untuk Khalifah Hasan kemudian dengan mempertimbangan persatuan Umat Muslim, rencana perdamaian diterima dengan persyaratan oleh Khalifah Hasan kepada Muawiyah. disampaikan oleh Khalifah Hasan kepada Muawiyah.
    Tahun itu dikenal sebagai Tahun Perdamaian / Unity (Aam Jamaah) dalam sejarah umat Islam. Sejak saat itu Muslim Khalifah Muawiyah diikuti oleh sistem yang merupakan kerajaan Islam pertama yaitu pergantian pemimpin (Raja Islam) dilakukan untuk generasi (Daulah Umayyah) dari Umayyah Daulah kemudian terus kerajaan Islam yang selanjutnya disebut yaitu pergantian pemimpin.

Kerajaan Bani Ummaiyyah

  • 661 M – Muawiyah menjadi khalifah dan mendirikan sebuah Kerajaan Bani Ummaiyyah.
  • 669 M – Mempersiapkan peperangan untuk melawan Konstantinopel
  • 677 M – Melakukan penyerangan peperangan Konstantinopel yang pertama kali tetapi masih gagal.
  • 679 M – Melakukan penyerangan peperangan Konstantinopel yang kedua tetapi gagal karena Muawiyah meninggal pada tahun 680.
  • 700 M – Tentara muslim melawan Afrika Utara dari kaum Barbar .
  • 717 M – Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah. Pembaharuan yang hebat dijalankan.
  • 725 M – Tentara muslim melawan Nimes di Perancis.
  • 749 M – Kekalahan tentera Ummayyah di Kufah, Iraq ditangan tentara Abbasiyyah.
  • 750 M – Damaskus ditaklukkan oleh tentera Abbasiyyah. Dan runtuhnya Kerajaan Bani Ummaiyyah.

Kerajaan Bani Abbasiyyah

  • 752 M – Berdirinya sebuah Kerajaan Bani Abbasiyyah.
  • 763 M – Pendirian kota Baghdad. Kekalahan tentara Abbasiyyah di Spanyol.
  • 809 M – Wafatnya Harun ar-Rasyid. Al-Amin dan diangkat menjadi khalifah.
  • 814 M – Terjadinya perang saudara antara Al-Amin dan Al-Ma’mun. Al-Amin yang terbunuh dan Al-Ma’mun yang menjadi khalifah.
  • 1055 M – Penyerangan tentara Turki terhadapa Baghdad..
  • 1091 M – Berakhirnya pemerintahan islam di Sicilia karena penyerangan Bangsa Norman.
  • 1095 M- 1099 M – Dimulai pertama kalinya perang Salib dan Tentara Salib mengalahkan Baitul Maqdis. Dan mereka membunuh semua penduduknya.
  • 1144 M – Nuruddin Zengi mengalahkan Edessa dari tentera Kristian. Perang Salib kedua berlaku.
  • 1187 M – Salahuddin Al-Ayubbi mengalahkan Baitulmuqaddis dari tentera Salib. Perang Salib ketiga berlaku.
  • 1258 M – Pasukan Mongol melakukan penyerangan dan menghancurkan Baghdad. Ribuan penduduk Baghdad terbunuh. Runtuhnya Baghdad. Berakhirnya pemerintahan Kerajaan Bani Abbasiyyah-Seljuk.
  • 1260 M – Kebangkitan Umat Muslim (islam). Kerajaan Bani Mamluk di Mesir (merupakan sebuah pertahanan Umat Muslim yang ke 3 terakhir setelah Makkah & Madinah) dari pimpinan SultanSaifuddin Muzaffar Al-Qutuz yang mengalahkan pasukan Mongol di dalam sebuah peperangan di Ain Jalut.

Kerajaan Turki Utsmani

  • 1299 M – Sebuah pemerintahan yang kecil di Turki di bawah Turki Seljuk didirikan di barat Anatolia.
  • 1301 M – Osman I menyatakan bahwa dirinya sebagai seorang sultan. Dan berdirinya Kerajaan Turki Usmani.
  • 1402 M – Timurlane, Raja Tartar (Mongol) menghabiskan tentera Uthmaniyyah di Ankara.
  • 1451 M – Sultan Muhammad al-Fatih menjadi seorang pemimpin pemerintah.
  • 1687 M – Wafatnya Sultan Muhammad IV.
  • 1804 M – Kebangkitan dan pemberontakan bangsa Serbia yang pertama.
  • 1815 M – Kebangkitan dan pemberontakan bangsa Serbia kedua.
  • 1826 M – Kekalahan tentera laut Uthmaniyyah di Navarino. Dan pembunuhan secara massal tentara elit Janissari.
  • 1830 M – Kemerdekaan Greece dan berakhirnya peperangan.
  • 1853 M – Awal Perang Crimea.
  • 1856 M – Berakhirnya Perang Crimea.
  • 1912 M dan 1913 M – Perang Balkan pertama dan Perang Balkan kedua
  • 1924 M – Khalifah dihapus.Dan berakhirnya sebuah pemerintahan Kerajaan Turki Utsmani.
Agama islam pertama masuk ke Indonesia melalui proses perdagangan, pendidikan dan lain-lain.
Tokoh penyebar agama islam di Indonesia adalah walisongo antara lain,
  1. Sunan Ampel
  2. Sunan Bonang
  3. Sunan Muria
  4. Sunan Gunung Jati
  5. Sunan Kalijaga
  6. Sunan Giri
  7. Sunan Kudus
  8. Sunan Drajat
  9. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)

Sekian Penjelasan Tentang Sejarah Agama Islam Di Dunia Telengkap Menurut Para Ahli Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Semua Pembaca GuruPendidikan.Com

Pengakuan Dosa Perempuan Zina Ini Paling Menggugah Sepanjang Sejarah Islam 2016

Pengakuan Dosa Perempuan Zina Ini Paling Menggugah Sepanjang Sejarah Islam
Sejarah Islam pernah mencatat seorang perempuan penzina mengakui dosanya dan meminta kepada Rasulullah SAW untuk mensucikan dirinya.
Menurut Ustad H Husien Musa Lc, perempuan itu datang kepada Rasulullah mengakui kalau dia telah berzina dan mengandung anak haram itu.
“Namun Rasulullah tidak menghiraukan hingga perempuan itu datang tiga kali,” ujar Husien Musa, ulama di Banjarmasin ketika memberikan tausiah di hadapan jamaah Masjid Hasanudin Madjedi Banjarmasin.
Lalu apa kata Rasulullah?
“Pulang-lah sampai engkau melahirkan bayi ini”.
Setelah malahirkan, perempuan tadi kembali menemui Rasulullah meminta untuk disucikan dirinya. Rasulullah berkata:
“Pulanglah sampai engkau menyusui bayi-mu dan menyapihnya”.
Perempuan itu datang lagi lebih dua tahun kemudian sambil berkata:
“Rasulullah anakku sudah nyapih dan kini dia sudah bisa memegang roti”.
Maka Rasulullah lalu meneggakkan hukuman Islam untuk perempuan berzina sebagai jalan mensucikan perempuan tadi seperti kehendaknya. Hukumannya adalah rajam lempar batu hingga meninggal.
Ketika giliran Khalid bin Walid, sahabat Rasulullah yang satu ini menepiskan percikan darah yang menempel di bajunya sambil marah. Lalu ditegur Nabi.
“Perempuan ini meminta disucikan dirinya. Dia dalam keadaan suci,” ujar Rasul.
Inilah pengakuan doa perempuan penzina yang paling menggugah setiap pembaca sejarah Islam.